Berjudi

[Muat Turun Artikel – Format PDF]

Allah s.w.t berfirman, “Hai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Oleh itu hendaklah kamu menjauhinya supaya kamu berjaya. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu di dalam khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan solat; Oleh itu, mahukah kamu berhenti (daripada melakukan perkara-perkara yang keji dan kotor itu atau kamu masih berdegil)? (Surah Al-Maidah, Ayat 90 & 91).

“Maisir” adalah judi dalam segala bentuk; baik ianya berupa dadu, telur, kerikil dan lain-lain. Ia termasuk memakan harta orang lain dengan cara batil (tidak benar), yang dilarang oleh Allah s.w.t dalam firmannya:

“Dan janganlah kamu makan (atau mengambil) harta (orang-orang lain) di antara kamu dengan jalan yang salah”. (Surah Al-Baqarah, Ayat 188)

Juga termasuk di dalam sabda nabi s.a.w yang berbunyi:

“Sesungguhnya orang-orang yang berusaha mendapatkan harta Allah tanpa hak, bagi mereka disediakan neraka pada hari kiamat”. [1]

Di dalam Sahih al-Bukhari disebutkan bahawa Rasulullah s.a.w bersabda:

Barangsiapa berkata kepada saudaranya, “Kemarilah, ayuh kita bertaruh!”, maka hendaklah dia bersedekah. [2]

Jika sekadar mengajak saja mesti membayar kaffarah atau shadaqah, bagaimana pula dengan melakukannya?!

“Tiap-tiap orang itu akan mati dalam keadaan seperti apa yang biasa ia lakukan, dan akan dibangkitkan dalam keadaan seperti saat ia mati”. [3]

Marilah kita memohon kepada Allah Yang Maha Memberi semoga Dia mewafatkan kita sebagai orang-orang Islam dengan anugerahnya bukan sebagai orang yang menggantinya, merubahnya, tersesat dan bukan pula berpaling. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah.

NOTA KAKI

1. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (3118) dari Khaulah Al-Anshariyah

2. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (4860,6301), Muslim (1647), At-Tirmizi (1545), An-Nasa’ie (7/7) dan Ahmad (2/309) dari Abu Hurairah.

3. Diriwayatkan oleh Ahmad (3/331,366), Muslim (2878), Ath-Thahawi Musykil (255), Al-Hakim (2/452) dan Ibnu Hibban (7319) dari Jabir.

[Petikan dan saringan dari kitab “Dosa-dosa Besar” karya Imam Az-Zahabi]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s