Dosa Besar – Tidak Menjaga Diri Dari Air Kencing

[Muat Turun Artikel – Format PDF]

Allah s.w.t. berfirman:

“Dan pakaianmu, sucikanlah!”. (Surah al-Muddatstsir, Ayat 4)

Ibnu ‘Abbas r.a. berkata, “Suatu hari Nabi s.a.w. berjalan melewati dua buah kuburan, lantas Baginda bersabda:

“Kedua penghuni kubur ini sedang diazab. Mereka diseksa bukan kerana telah mengerjakan dosa besar, yang seorang suka mengadu domba ke sana ke mari, sedangkan yang seorang lagi tidak menjaga diri dari air kencing”. [1]

Rasulullah s.a.w bersabda, “Jagalah diri dari air kencing, sesungguhnya dari air kencing menyebabkan sembahyang tidak diterima”. [2]

Al-Hafiz Abu Nu’aim di dalam kitab Hilyatul Auliya’ meriwayatkan sebuah hadith dari Syaqi bin Mani’ al-Ashbahi, dari Rasulullah s.a.w, Baginda bersabda, “Empat golongan penghuni neraka yang akan mengganggu para penghuni neraka lainnya kerana seksaan yang mereka terima. Mereka beringsut (merangkak perlahan-lahan) di antara “hamim” (cairan panas yang mendidih) dan “jahim” (api yang menyala berkobar-kobar), sambil berteriak-teriak dan menyumpah seranah. Para penghuni neraka lainnya saling bertanya sesama mereka, “Kenapa mereka itu mengganggu kita yang menambah beban seksaan kita!”. Keempat-empat orang tersebut; yang pertama seseorang yang di atas kepalanya ada peti bara api, kedua seseorang yang berjalan sambil menyeret ususnya, ketiga, seseorang yang memakan daging tubuhnya sendiri”. Rasulullah s.a.w. meneruskan, “Para penghuni neraka akan bertanya-tanya tentang orang yang memikul peti bara api di atas kepalanya, ‘Mengapa orang jahat itu mengganggu kita dan menambah beban hukuman saja?”, pertanyaan ini dijawab, “Orang jahat itu meninggal sambil membawa beban harta manusia di lehernya”. Kemudian mereka akan bertanya tentang orang yang berjalan sambil menyeret ususnya, “Mengapa orang jahat itu mengganggu kita dan menambah beban hukuman saja?”. Pertanyaan ini dijawab, “Orang jahat itu adalah orang yang tidak peduli di mana air kencingnya mengenai (pakaian atau badannya); ia tidak mencucinya”. Lalu mereka bertanya tentang orang yang mengalir nanah dan darah dari mulutnya, “Mengapa orang jahat itu mengganggu kita dan menambah beban hukuman saja?”. Pertanyaan ini dijawab, “Orang jahat itu adalah orang yang dahulu mendapati kata-kata yang buruk dan dia “menikmatinya” (dalam riwayat lain, dia dahulu makan daging manusia dan berjalan sambil mengadu domba)”. Lalu mereka bertanya tentang orang yang memakan daging tubuhnya sendiri, “Mengapa orang jahat itu mengganggu kita dan menambah beban hukuman saja?” Pertanyaan ini dijawab, “Orang jahat itu adalah orang yang dahulu makan daging manusia (mengumpat, menggosip)”.  [3]

Mari kita memohon keampunan dan kesejahteraan daripada Allah dengan kurnia dan kemurahan-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengasih.

NOTA KAKI

1. Hadith Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1378,6052,1361), Muslim (292), Abu Daud (20), At-Tirmizi (70). An-Nasa’i (1/28-30), Ibnu Majah (347) dan Ahmad (1/225) dari Ibnu Abbas.

2. Diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni (1/128) dari Abu Hurairah. Dan diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (1/44/2), Ibnu Majah (348), Ad-Daruquthni (1/128). Al-Ajurri dalam Asy-Syariah (hal:362,363) dan Al-Hakim (1/183).

Dan diriwayatkan oleh Ahmad (2/326,388,389) dengan lafaz, “Kebanyakan seksa kubur itu kerana kencing”. Isnadnya sahih menurut syarat Al-Bukhari dan Muslim sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Hakim, Az-Zahabi dan Al-Albani. Terdapat penyokong dari hadith Ibnu Abbas dan Anas. Lihat kembali Al-Irwa (280) dan Sahih Al-Jami’ (3002).

3. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam Al-Ghibah (49), Ash-Shamtu (186), Abu Nu’aim (5/167), Ath-Thabrani Kabir (7226) dan Ibnul Mubarak dalam Az-Zawaid Iiz Zuhd (328) dari Syafiy bin Mani. Dia adalah seorang tabi’in menurut pendapat yang kuat. Adapun hadithnya adalah mursal dan para perawinya tsiqat. Ibnul Mubarak juga meriwayatkan yang seperti itu di dalam Az-Zawaid (336) dan Ibnu Abi Dunya dalam Washfun Nar (37) darinya pula.

· Nota: Saringan oleh Kumpulan Web Darulkautsar  dari buku terjemahan “Al-Kabair (Dosa-dosa Besar)’ karangan Imam Az-Zahabi. Buku terjemahan asal boleh dicapai di sini- https://drive.google.com/file/d/0B0r1wFGeMOw5eDdpZjM4a2YyRG8/edit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s