Dosa Besar – Mengungkit-ungkit Pemberian

[Muat Turun Artikel – Format PDF]

VIDEO SELINGAN – [Durasi – 31m 59s] – Bahaya Mengungkit – Ust Shamsuddin Abd Rahman

MENGUNGKIT-UNGKIT PEMBERIAN

Allah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jangan rosakkan (pahala amal) sedekah kamu dengan perkataan mengungkit-ungkit dan (kelakuan yang) menyakiti (perasaan si penerima)” (Surah Al-Baqarah, Ayat 264)

Al-Wahidi berkata, “Maksudnya adalah menyebut-nyebut apa yang sudah diberikan”.

Al-Kalbi berkata, “Menyebut-nyebut sedekahnya kepada Allah dan menyakiti perasaan orang yang menerimanya”.

Dalam sebuah hadith disebutkan bahawa Rasulullah s.a.w bersabda:

“Tiga golongan orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat kelak, serta tidak akan dipandang-Nya, dan tidak pula disucikan-Nya, iaitu; orang yang melabuhkan kainnya (kerana sombong), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya, dan orang yang menjual dagangannya dengan sumpah palsu.”

Juga disebutkan sebuah hadith:

“Tiga golongan yang tidak masuk syurga; orang yang derhaka kepada ibu bapanya dan orang yang terus menerus minum arak, dan orang yang suka mengungkit-ungkit pemberiannya.”

Dalam hadith lain disebutkan;

“Tidak akan masuk syurga orang yang menipu, orang yang bakhil dan orang yang suka mengungkit-ungkit pemberian”. [1]

Suatu hari, Ibnu Sirin mendengar seorang berkata kepada sahabatnya, “Aku sudah berbuat baik kepadamu. Aku sudah melakukan ini…. dan itu …!”. Maka Ibnu Sirin menegurnya, “Diamlah! Tidak ada kebaikan dalam amal kebajikanmu jika ia disebut-sebut!”.

Sebahagian ulama’ berkata, “Barangsiapa mengungkit-ungkit kebaikannya, dia bukan termasuk orang yang bersyukur; dan barangsiapa merasa bangga dengan amalnya, pahalanya menjadi terhapus”.

Imam Syafi’i berkata,

“Janganlah engkau menerima kebaikan dari mereka

Yang akan mengungkit-ungkitnya di hadapanmu

Pilihlah bagi dirimu apa yang menjadi bahagiannya

Dan bersabarlah, kerana sabar itu adalah syurga

Ungkitan seseorang itu apabila melukai hati

Itu lebih sakit dari pada tusukan tombak”

NOTA KAKI

1. Diriwayatkan oleh At-Tirmizi (2029), Ibnu Majah (3691), Al-Baihaqi, Asy-Syu’ab (10862) dan Al-Kharaithi dalam Al-Masawi’ (359, 360) dari Abu Bakr dan di dhaifkan oleh Asy-Syaikh dalam Al-Jami’ 6354).

· Nota: Saringan oleh Kumpulan Web Darulkautsar  dari buku terjemahan “Al-Kabair (Dosa-dosa Besar)’ karangan Imam Az-Zahabi. Buku terjemahan asal boleh dicapai di sini – https://drive.google.com/file/d/0B0r1wFGeMOw5eDdpZjM4a2YyRG8/edit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s