Kedua – Al-Quran Kalam Allah

[Muat Turun Artikel – Format PDF]

VIDEO – [Durasi 1j 19m 50s] -Fiqh Akbar – 2) Al-Quran Kalam Allah – Us Muhd Hanief Awang Yahaya

AL-QURAN KALAM ALLAH

Al-Quran adalah kalam Allah ditulis dalam lembaran, dihafaz dalam hati-hati, dibaca dengan lidah-lidah, diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w, lafaz kita yang menyebutkan al-Quran adalah makhluk, tulisan kita akan al-Quran adalah makhluk, bacaan kita akan al-Quran adalah makhluk. Tetapi al-Quran bukan makhluk.[17]

Apa yang Allah sebutkan dalam Al-Quran sebagai menceritakan tentang Nabi Musa dan nabi-nabi-Nya yang lain dan tentang Firaun dan Iblis, semuanya itu adalah kalam Allah sebagai pengkhabaran tentang mereka. Kalam Allah bukan makhluk. Kata-kata Nabi Musa dan makhluk-makhluk yang lain adalah makhluk, al-Quran adalah kalam Allah bukan makhluk.

Kalam Musa dan makhluk-makhluk lain adalah makhluk. Al-Quran adalah kalam Allah, qadim, tidak seperti kalam mereka. Nabi Musa mendengar kalam Allah seperti yang difirmankan Allah: “Dan Allah benar-benar berbicara dengan Musa”. Allah bersifat dengan sifat berkata-kata sejak azali, sebelum Dia berkata-kata dengan Musa a.s. Allah bersifat dengan sifat mencipta sejak azali sebelum Allah mencipta mahkluk [18]. Tiada sesuatu pun yang sepertiNya. Dialah Yang Maha mendengar dan Maha melihat.

Apabila Allah s.w.t berbicara dengan Musa Dia berkata-kata dengan Kalam-Nya yang merupakan sifat azali Diri-Nya.

NOTA KAKI

[17] Al-Quran adalah Kalam Allah, datang daripada-Nya tanpa kayfiyat diketahui, diturunkan kepada Rasulullah s.a.w. sebagai wahyu, didengari oleh Jibril dari Allah s.w.t. kemudian Rasulullah s.a.w. mendengarnya dari Jibril a.s. bukan kata-kata manusia.

(192)وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلْأَمِينُ (193)

(194) عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ ٱلْمُنذِرِينَ

(195) بِلِسَانٍ عَرَبِىٍّ مُّبِينٍ

(192) Dan sesungguhnya Al-Quran (yang di antara isinya kisah-kisah yang tersebut) adalah diturunkan oleh Allah Tuhan sekalian alam.

(193) Ia dibawa turun oleh malaikat Jibril yang amanah.

(194) Ke dalam hatimu, supaya engkau (wahai Muhammad) menjadi seorang dari pemberi-pemberi ajaran dan amaran (kepada umat manusia).

(195) (Ia diturunkan) dengan bahasa Arab yang fasih serta terang nyata.(Surah al-Shu’ara’, Ayat 192-195)

Hakikat sifat Kalam bagi Allah s.w.t. bahawa Allah sentiasa berkata-kata bila sahaja Dia kehendaki, bagaimana Dia kehendaki, dengan Kalam-Nya yang qadim, Dia berkata-kata dengan suara yang didengari tanpa kaifiyat yang diketahui. (Sharh al-‘Aqidah al-Tahwiyyah, hal. 169)

[18] Sebagaimana Allah s.w.t. bersifat dengan sifat mencipta sejak azali maka demikian juga sifat berkata-kata bagi Allah s.w.t.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s